Recent Post:




2.6.10

USB 3.0 : Pertanyaan Seputar USB 3.0

Apakah USB 3.0?
USB 3.0 adalah pengganti USB 2.0 yang telah lama ditunggu. USB 2.0 sudah sejak hampir satu dasawarsa merupakan interface standar dalam PC dan notebook. Tahun 1996 USB telah dikembangkan sebagai koneksi antar komputer dan perangkat periferial yang praktis. Saat itu masih digunakan koneksi serial dan paralel.

Sukses baru dicapai dengan USB 2.0. Data mengalir dengan kecepatan transfer hingga 480 MBit/detik, perangkat dapat dicabut-pasang saat PC dioperasikan. Dan berkat suplai listrik terintegrasi banyak perangkat seperti USB-flashdisk atau webcam tidak membutuhkan power-supply sendiri.

Satu-satunya kelemahan: Sekarang ini 480 MBit/detik (dalam prakteknya jarang di atas 300 MBit/detik) tidak lagi memadai. Karena itu tahun 2007 Intel menjanjikan USB 3.0 yang selesai November 2008.
USB 3.0 mengatasi masalah ybs: Data mengalir dengan kecepatan hingga 5 GBit/detik – 10 kali lipat USB 2.0. Teknik serupa kini juga tersedia untuk transfer data serial, yang juga digunakan pada interface serial lainnya seperti PCI-Express dan SATA.


Apakah menggunakan USB 3.0 sekarang lebih menguntungkan?
Walau pun USB 3.0 baru beberapa minggu tersedia di pasaran, harganya tidak mahal. Namun ada pembatasan-pembatasan, sehingga kecepatan penuh SuperSpeed tidak dimungkinkan. Bila Anda senang membeli hardware baru atau menginginkan kecepatan transfer sangat tinggi tanpa SATA, tersedia perangkat-perangkat USB 3.0 pertama yang tidak terlalu mahal.
Bagi pengguna lainnya, lebih baik menunggu: Tak lama lagi (semester ke 2 tahun ini) USB 3.0 akan tersedia pada banyak mainboard dan notebook melalui integrasi ke dalam chipset Intel, nVidia dan AMD. Harddisk eksternal dan USB-flashdisk akan tersedia dengan harga murah dan controller-chip generasi ke 2 tidak perlu lagi menghadapi masalah kecepatan seperti sekarang ini.

Diagram:
Transfer data maksimal
usb2
usb3

Apakah perangkat USB lama juga dapat dipasang pada port USB 3.0?

SuperSpeed-port yang baru sepenuhnya kompatibel ke bawah. Selain tingkat kecepatan baru SuperSpeed (5 GBit/detik) juga didukung LowSpeed (hingga 1,5 MBit/detik) dan FullSpeed (hingga 12 MBit/detik) yang telah digunakan pada USB 1.0, HighSpeed (480 MBit/detik) dari USB 2.0 tanpa pembatasan.
Karena port tipe A yang sering ditemukan pada PC dan notebook tidak berubah bentuk, steker lama tetap dapat dipasang. Perangkat USB 2.0 lama memang tidak dapat memanfaatkan kecepatan transfer baru yang hampir 10 kali lipat, tetapi tes-tes kami membuktikan adanya peningkatan kecepatan hingga 10%.



Di mana tepatnya perbedaan antara USB 2.0 dan 3.0?

Untuk mencapai tingkat kecepatan lebih tinggi pada USB 3.0 semuanya sedikit ditingkatkan: Dalam protokol dicantumkan tingkat kecepatan SuperSpeed dengan transfer data hingga 5 GBit/detik. Untuk itu pin steker ditambah: Bila USB 2.0 cukup dengan 4 pin, untuk USB 3.0 dibutuhkan 5 pin lainnya.
Dengan demikian kabelnya pun harus disesuaikan: Selain yang 2 pasang dari USB 2.0, ada masing-masing sepasang lagi untuk mengirim dan menerima, serta satu untuk power-supply dan massa.
Untuk menempatkan pin baru port dan steker diperluas – kecuali tipe A yang banyak digunakan. Di sini pin tambahan ditempatkan pada bagian belakang, bentuk dasarnya tidak berubah.

Siapa yang membutuhkan USB 3.0?
Sebenarnya setiap pengguna, walau tidak segera. Yang terutama menggunakan periferial lambat pada USB-port – misalnya scanner, printer, mouse, keyboard atau webcam – tidak perlu segera pindah ke 3.0. Pada aplikasi ini SuperSpeed tidak menawarkan kelebihan. Namun bila Anda mengcopy data dalam jumlah besar ke harddisk atau flashdisk USB, sebaiknya segera pindah! Pada kecepatan data yang kami ukur hingga 200 MByte/detik saat ini hanya eSATA yang dapat mengimbangi.

Sumber: http://chip.co.id/articles/featured/2010/05/31/10-pertanyaan-seputar-usb-3-0/

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...