Recent Post:




8.9.13

Penggunaan Toner Printer Laserjet

Perhitungan Metodologi ISO / IEC memberikan informasi kepada pelanggan untuk membandingkan kapasitas cetak (Pageyield) setiap Toner kartrid dari berbagai model Printer Laser. Cara mencetak yang berbeda bagi setiap pelanggan (jenis dokumen yang dicetak, jumlah halaman warna, ukuran pekerjaan cetak, kepadatan gambar, Pencetakan Dua sisi (Duplex)) akan memiliki dampak besar pada hasil aktual halaman yang dapat di cetak (Pageyield). Dengan demikian, hasil jumlaj cetak halaman yang sebenarnya mungkin berbeda dari hasil yang di informasikan dan HP tidak dapat menjamin bahwa pelanggan akan selalu mendapatkan Pageyield yang sesuai. Banyak orang yang menemukan bahwa Pageyield yang mereka dapat melebihi informasi yang diberikan dan bagi sebagian orang menyatakan kapasitas cetak yang lebih sedikit.

HP merancang sistem printer LaserJet nya untuk memberikan nilai luar biasa dan kualitas cetak yang baik sepanjang Printer digunakan. Untuk mencapai hal ini , sistem printer LaserJet terdiri dari printer itu sendiri dan LaserJet Toner kartrid. Toner Cartridge ini bukanlah sekedar toner, tapi merupakan hal yang kompleks yang terdiri dari berbagai bagian dan salah satu satunya adalah Toner.

Rincian desain sebuah Toner kartrid yang digunakan pada printer HP LaserJet berbeda antara model printer untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berbeda, sebagai contoh : Printer LaserJet monokrom memiliki desain cartridge yang berbeda dengan printer HP color LaserJet. Pencetakan warna lebih kompleks daripada pencetakan monokrom dan kartrid digunakan dalam pencetakan warna dapat berbeda secara signifikan antara printer HP yang berbeda pada berbagai type. Hal ini bertujuan memberikan hasil nilai dan kualitas cetak Warna yang luar biasa untuk berbagai pelanggan yang memiliki kebutuhan pencetakan yang berbeda.

Semua kartrid Toner LaserJet menggunakan sejumlah komponen (Part) mekanis selain toner. Komponen ini antara lain seperti: Developer, PhotoKonduktor ( PC ) dan Cleaning Blade yang di gunakan bersamaan dengan toner. Sementara komponen ini dirancang untuk tahan lama (Durable), gaya pencetakan yang berbeda dapat menyebabkan penggunaan Part yang berbeda dalam setiap cartridge pada tingkat yang berbeda pula. Misalnya, dalam beberapa printer laser mencetak halaman yang cakupan nya rendah (Low Coverage) dapat mengakibatkan komponen kartrid lain nya cepat Aus sebelum toner habis. Dalam kasus lain, sebagian besar mencetak pada ukuran kertas yang sempit seperti amplop dapat menyebabkan PC (Photo Conductor) menjadi komponen pertama yang habis masa pakainya. Komponen yang sudah Habis masa pakai nya akan menyebabkan penurunan kualitas cetak seperti toner yang suda
h mulai habis dapat menyebabkan penurunan kualitas cetak.

Selain itu, toner itu sendiri adalah formulasi kimia yang kompleks yang dirancang khusus untuk bekerja dengan komponen sistem printer yang lain untuk memberikan kualitas cetak tinggi yang konsisten . Karena secara fisik tidak mungkin untuk mengekstrak semua toner dalam sebuah Toner kartrid untuk keperluan pencetakan, beberapa sisa toner (residual) akan selalu tetap di berada di cartridge, tapi apakah toner ini bisa digunakan dan jumlah sisa toner ini akan berbeda tergantung pada gaya pencetakan dan desain kartrid tersebut. 

Faktor lain yang dapat mempengaruhi kapasitas cetak (Pageyield), sebagai berikut:
a. Berhenti dan mulai mencetak - Setiap kali pekerjaan cetak dimulai ada beberapa rotasi sistem pencetakan sebelum dan sesudah pencetakan terjadi. Rotasi ini menggunakan semua komponen dalam sistem pencetakan, termasuk toner.

b. Kondisi lingkungan - HP merancang sistem pencetakan untuk memberikan kualitas cetak yang dapat di andalkan untuk mencetak pada berbagai lingkungan, tetapi beberapa kondisi lingkungan dapat menyebabkan sistem untuk menggunakan lebih atau kurang toner, yang berdampak pada Pageyield. Contoh: Kondisi lingkungan yang sangat lembab dapat menyebabkan hasil cetak menurun.

c. Pada printer Laser warna, ada mode khusus yang melepaskan toner kartrid warna dari sistem ketika hanya mencetak dokumen hitam putih (Monokrom). Ini disebut "Alienation". Tergantung pada frekuensi pencetakan dokumen monokrom dan warna yang dikirim ke printer, sistem "Alienation" ini memberikan kecepatan cetak yang lebih cepat akibat Kartrid Warna yang tidak ber-rotasi pada saat mencetak Mono, hal ini dapat mempengaruhi masa pakai Kartrid warna karena keausan meningkat pada kartrid daripada penggunaan toner, 

d. Toner cartridge juga digunakan sebagai pelumas (Lubrication) dalam proses pencetakan, ada sistem di mana jumlah yang sangat kecil dari toner digunakan untuk area lubrication. Hubungana antara Cleaning Blade pada PC (PhotoConductor) pada sistem transfer memerlukan toner untuk mengurangi gesekan dan meningkatkan daya tahan Kartrid ini. Penggunaan sedikti toner ini juga diperhitungkan ketika melakukan pengujian ISO Pageyield.

e. Underprinting - Untuk meningkatkan "Warna Hitam Pekat/Solid" secara keseluruhan, HP menggunakan beberapa toner warna bersama dengan toner hitam untuk menghasilkan warna hitam pekat pada sebuah halaman cetak, hal ini dilakukan untuk memberikan kualitas cetak tertinggi (Best Mode)

f. Composite Black - Untuk cetak gambar dan foto hitam putih, perpaduan warna yang disebut "komposit hitam" dapat digunakan untuk mencapai kualitas gambar secara lebih baik dan warna abu-abu halus dapat terlihat dengan penggunaan toner warna hitam. 
Bagi pengguna yang ingin mencetak foto menggunakan hanya toner hitam, banyak printer HP Laser warna  memberikan opsi untuk mencetak hanya menggunakan warna hitam. Misalnya, dengan memilih "Grayscale Printing".

g. Pencetakan Duplex - Mencetak pada kedua sisi halaman, halaman kertas harus menempuh jarak yang lebih jauh sementara mencetak sisi halaman yang dibalik. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak rotasi pada system dan keausan mekanis pada kartrid yang menyebabkan pengurangan masa pakai cartridge dan Pageyield.

Pilihan: Mode cetak dan pengaturan densitas

Pengguna juga dapat mempengaruhi berapa banyak toner yang digunakan untuk mencetak foto atau dokumen.  Ada dua pengaturan yang disediakan dalam printer, yaitu mode cetak dan pengaturan kerapatan gambar (Density). Secara umum untuk mode cetak, "Draft" mode memberikan kualitas cetak yang rendah dan menggunakan toner lebih sedikit vs. "Normal" mode. Pengaturan Density dapat disesuaikan dari Level 1 sampai 5, dengan Angka "3" sebagai default. 

Dalam sistem Printer HP LaserJet, Toner Kartrid yang di sediakan selalu dalam paket penjualan selalu berfungsi dengan sempurna untuk mencetak dan hal ini meminimalkan risiko pemborosan kertas atau media lain yang terbuang selama proses pencetakan.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...